5 Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

5 Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

5 Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia yang Perlu Diwaspadai. Berita duka datang dari dunia lawak. Salag seorang anggota Srimulat yang bernama Margono dengan nama panggung Gogon, Selasa (15/5) pagi, telah dipanggil Yang Maha Kuasa. Kematian mendadak ini tentu mengejutkan semua rekan-rekan sesama pelawak.

5 Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

Menurut salah seorang rekan Gogon, yaitu Kadir menyampaikan bahwa Gogon sudah menderita penyakit jantung sejak 2 tahun terakhir yang seharusnya memakai ring karena ada penyumbatan di pembuluh darahnya, tetapi sang pelawak enngan untuk dilakukan operasi pemasangan ring.

Terjadinya kematian yang disebut mendadak apabila kejadiaannya dalam jarak waktu 60 dari gejala pertama sampai hirupan nafas terakhir. Sebenarnya banyak penyakit yang bisa mengakibatkan kematian mendadak. Dikutip dari detikHealth, berikut adalah 5 penyebab kematian mendadak pada manusia yang perlu diwaspadai :

Hypertrophic cardiomyopathy

Jantung memang menjadi penyebab terbesar kematian mendadak. Satu dari 500 orang memiliki kelainan jantung ini, di mana penyakit ini menyebabkan dinding otot jantung menebal dan kehilangan kemampuan memompanya. Bahkan faktanya, Hypertrophic cardiomyopathy menjadi penyebab utama mati mendadak karena jantung (sudden cardiac death) pada usia di bawah 30 tahun. Karena kebanyakan mereka yang muda tidak sadar memiliki masalah jantung. Kebanyakan kasus dari hypertrophic cardiomyopathy adalah genetik. Sehingga kamu perlu cek jika ada riwayat keluarga atau keluhan di area jantung.

Epilepsi

Penyakit yang sering dikenal sebagai penyakit kejang ini disebabkan karena ada kelainan di pusat sistem saraf otak yang membuatnya menjadi abnormal. Semua orang dapat terkena epilepsi, semua gender, ras, etnik, dan usia. Menurut situs resmi Epilepsy Foundation, orang yang mengalami mati mendadak akibat epilepsi biasanya meninggal di tempat tidur dan hanya mengalami tanda-tanda kejang mendekati akhir hayatnya.

Belum diketahui penyebab pastinya, namun beberapa peneliti dan studi menyebutkan karena ritme jantung yang tidak teratur, kesusahan bernapas, cairan di paru-paru dan karena umumnya mereka ditemukan tertelungkup di kasur ada kemungkinan mereka alami henti napas.

Stroke

Ada dua tipe stroke, yaitu iskemik di mana pembuluh darah tersumbat dan hemoragik di mana pembuluh darah pecah. Hemoragik stroke biasanya menjadi penyebab utama mati mendadak karena adanya pendarahan di otak. Karena stroke jarang menunjukkan gejala yang pasti dan terlihat, penyakit ini sering tidak tertangani tepat waktu. Jika sudah sangat terlambat, bisa hanya hitungan waktu hingga seseorang meninggal akibat stroke.

Pulmonary embolism

Banyak orang tidak menyadari memiliki gumpalan darah di paru-parunya karena umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Namun suatu hari, gumpalan ini dapat menyumbat aliran darah dan menaikkan tekanan darah di paru-paru dan membuat jantung bekerja begitu keras hingga tidak tahan lagi.

Mati mendadak menjadi gejala pertama dari penyakit pulmonary embolism ini. Hampir seperempat kasusnya yang ada berakhir pada mati mendadak.

Jika kamu merasakan nyeri dan terjadi bengkak di salah satu lengan atau kaki yang tidak hilang hampir selama dua hari, apalagi jika kamu baru saja mengalami patah tulang, berada di perjalanan yang lama dalam pesawat terbang, atau dalam gaya hidup sedenter, maka kamu berada dalam risiko tinggi.

Aortic dissection

Dahlan Iskan pada awal Februari 2018 lalu mengumumkan di akun twitternya bahwa ia mengidap aorta dissection yang membuatnya jadi manusia setengah bionik. Kondisi ini sangat serius karena adanya robekan pada lapisan pembuluh darah aorta, yang menyebabkan darah mengalir dan memisahnya lapisan dalam dan tengah dari aorta (dissection). Bila tidak ditangai dengan tepat, bisa memicu sejumlah komplikasi atau bahkan berujung kematian, menurut MayoClinic. Mati mendadak yang diakibatkan penyakit yang tak umum ini kadang memilukan. Karena diagnosisnya lebih sering baru diketahui setelah meninggal.

Itulah uraian singkat tentang 5 penyebab kematian mendadak pada manusia yang perlu diwaspadai. Menjaga kesehatan lebih baik daripada mengobati.

Baca Juga : Testimoni Bapak Tanwin yang Batal Operasi Jantung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *