Berbagai Macam Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia

Berbagai Macam Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia

Berbagai Macam Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia. Mungkin Anda pernah menerima kabar duka bahwa teman atau saudara Anda meninggal tiba-tiba, padahal satu atau dua jam sebelumnya Anda sempat berbicara dengannya dan kondisinya baik-baik saja alias sehat wal afiat. Terdapat berbagai keadaan yang mengakibatkan seseorang meninggal secara mendadak.

 

Berbagai Macam Penyebab Kematian Mendadak pada Manusia

 

Seperti dirangkum dari detikHealth, berikut ini berbagai macam penyebab kematian mendadak pada manusia yang perlu diwaspadai :

1. Terjadi Pembekuan Darah atau Trombosis

Trombosis adalah pembekuan darah di pembuluh darah yang menyumbat aliran darah dalam tubuh. Sumbatan darah ini dapat terjadi di pembuluh darah manapun di seluruh tubuh, baik pembuluh arteri ataupun vena. Karena darah tidak lagi mengalir dan menghidupi organ-organ dalam tubuh, maka bisa mengakibatkan kematian seseorang.

Apabila sumbatan sudah di atas 75 persen sampai 100 persen, maka peluang untuk bertahan hidup sangat kecil. Sumbatan yang terjadi di pembuluh jantung akan membuat serangan jantung. Jika sumbatan di otak, akan terjadi stroke. Sumbatan pada paru-paru, menyebabkan emboli paru-paru.

Di negara Barat, trombosis merupakan penyebab utama kematian lebih dari 60 persen. Sedangkan di Indonesia, meski belum ada data pasti namun trombosis juga disebut sebagai salah satu penyebab kematian utama. Trombosis sendiri kerap disebut sebagai sillent killer. Baca Juga : Obat Alami Penyempitan Pembuluh Darah Jantung

2. Terlalu Banyak Minum Air Setelah Olahraga Berat

Kematian mendadak bisa terjadi apabila seseorang terlalu banyak minum air usai melakukan olahraga berat. Prof. Dr. dr. Parlindungan Siregar, SpPD-KGH, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, menyebutkan bahwa terlalu banyak minum air, di mana melebihi kemampuan pengeluaran urine oleh ginjal, setelah berolahraga berat akan membuat seseorang mengalami kekurangan natrium. Kondisi ini dikenal sebagai hiponatremia. Para olahragawan yang melakukan olahraga berat, kekurangan natrium ini disebut juga sebagai Exercise-associated Hyponatremia (EAH). Prof. Parlindungan mengatakan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan kematian mendadak.

3. Terdapat Kelainan Denyut Jantung

Latihan fisik membuat otot tubuh menjadi lebih besar, tidak terkecuali otot jantung. dr. Beny Hartono, SpJP, FIHA, ahli kesehatan ritme jantung dari RS Premier Bintaro mengatakan bahwa membesarnya otot jantung dapat memengaruhi aliran sistem listrik yang ada di jantung. Itu artinya, jantung bisa tiba-tiba berhenti berdenyut karena tidak menerima impuls dari jaringan listrik tersebut.

dr. Benny menambahkan pada umumnya kelainan denyut jantung dialami ketika seseorang berusia lebih dari 40 tahun. Jika kematian akibat kelainan denyut jantung terjadi sebelum seseorang berusia 35 tahun, diduga yang bersangkutan mengidap kelainan denyut jantung bawaan. Artinya, kelainan tersebut bersifat genetik atau keturunan dan dialami sang atlet sejak lahir.

4. Terjadinya Henti Jantung Mendadak 

Henti jantung mendadak (HJM) merupakan kematian tidak terduga yang disebabkan oleh gangguan jantung. Biasanya hanya berlangsung kurang dari satu jam. HJM kerap dialami seseorang yang mungkin memang mengidap penyakit jantung atau memiliki penyakit jantung tapi yang bersangkutan tidak tahu kalau ia mengidap sakit jantung.

Dr. dr. Budi Yuli Setianto, SpPD(K), SpJP(K) beberapa waktu lalu menyebut secara global, kasus kematian akibat HJM mencapai 300.000-400.000 kasus per tahun. 250.000 Kasus di antaranya terjadi di luar rumah sakit atau tidak tertangani dengan baik.

5. Akibat Pecahnya Pembuluh Darah Otak

Kematian mendadak pada usia muda juga bisa diakibatkan pecahnya pembuluh darah otak atau yang disebut dengan aneurisme. Ini merupakan kondisi kelainan bawaan pada bentuk pembuluh darah. dr. Diatri Nari Lastri, SpS(K), dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), menuturkan orang yang mengidap aneurisme memiliki kelainan pembuluh darah sejak kecil.

Semakin bertambahnya usia orang tersebut, maka pembuluh darah akan semakin besar kelainannya. Jika yang bersangkutan marah atau senang berlebihan, bisa menyebabkan tekanan di pembuluh darah meningkat yang akhirnya bisa pecah karena dindingnya tipis.

Apakah harus dioperasi jika pembuluh darahnya pecah? dr. Andreas Harry, SpS(K), dokter spesialis saraf yang praktek di RS Gading Pluit ini mengungkapkan bahwa tidak semua penanganan dilakukan melalui operasi, karena ada syarat yang harus dipenuhi.

Itulah uraian singkat tentang berbagai macam penyebab kematian mendadak pada manusia. Semoga bisa menjadi bahan pembelajaran bagi kita dan semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *