Diet Paleo untuk Menurunkan Berat Badan Masih Pro Kontra

Diet Paleo untuk Menurunkan Berat Badan Masih Pro Kontra. Sebagai salah satu cara diet paling efektif dan popular saat ini.

Diet Paleo untuk Menurunkan Berat Badan Masih Pro Kontra

Diet Paleo mulai banyak di kalangan para pemburu diet. Menurut peneliti dari Cardiovascular Associates of Virginia Beach mengatakan bahwa Diet Paleo adalah salah satu dari empat diet yang dianggap paling sehat dan aman dilakukan dalam jangka panjang untuk dipakai sebagai diet sehari-hari

Data dari Women’s Health menunjukkan bahwa diadakan penelitian yang melibatkan 280 responden pria dan wanita yang mempunyai kelebihan berat badan. Diet yang diujicobakan adalah Paleo, vegan, Mediteranian dan DASH (metode diet untuk mengatasi tekanan darah tinggi). Setelah 60 hari diteliti, responden yang melakukan diet Paleo berhasil menurunkan berat badan paling banyak, rata-rata sekitar 6 kg (atau 6,6 persen dari lemak tubuh mereka). Sementara diet vegan yang sama sekali tidak mengonsumsi makanan hewani rata-rata hanya turun berat badan sekitar 5,7 kg.

Salah satu faktor yang membuat diet Paleo populer kembali tahun ini adalah efektivitasnya dalam menurunkan berat badan. Diet ini menekankan pada konsumsi makanan tinggi protein, sayuran dan buah-buahan alami serta membatasi karbohidrat juga gula, dan sama sekali tidak memakan makanan olahan pabrik. Diet Paleo juga tidak menganjurkan konsumsi susu beserta produk olahannya.

Dikarenakan adanya manfaat yang didapat dari diet ini, bukan berarti tidak memiliki kelemahan. Menurut pakar nutrisi Gretchen Spetz, RD, dari Cleveland Clinic, diet Paleo cenderung sulit dan membingungkan untuk diikuti secara konsisten. Hal ini karena ada kelompok makanan yang harus dipangkas dari keseharian sehingga bagi beberapa orang, diet Paleo mungkin sulit dipertahankan dalam waktu lama.

Diet Paleo tidak mudah diikuti lebih dari beberapa bulan. Karena diet ini tidak menyertakan sejumlah kelompok makanan sehingga cukup sulit bertahan dalam jangka panjang. Orang-orang suka makan gandum dan bisa jadi sangat melelahkan jika terus menerus menghindari makanan itu.

Dalam pola makan ala ‘manusia zaman purba’ ini, pediet memang tidak diperbolehkan makan gandum, nasi, susu, produk susu olahan, legume dan makanan produksi pabrik karena dianggap bisa menyebabkan glikemik indeks tidak stabil. Tapi bagi sebagian besar orang, makan nasi dan susu bisa jadi menyehatkan dan aman. Hanya sebagian orang yang memiliki intoleransi terhadap laktosa (gula pada susu), gluten dan karbohidrat sederhana yang mungkin akan berbahaya ketika terus menerus mengonsumsinya.

Selain itu dengan sama sekali tidak mengonsumsi gandum atau produk susu, tubuh berisiko kehilangan banyak nutrisi penting salah satunya kalsium. Untuk makanan tinggi protein, jika Anda tidak pintar-pintar memilih daging yang rendah lemak, bukan tidak mungkin akan mengalami gangguan jantung karena tingginya lemak dan kolesterol jahat. Sebab Beberapa jenis daging ada yang mengandung kolesterol tinggi meskipun berasal dari hewan yang memakan rumput segar.

Sebaiknya sebelum melakukan diet paleo ini, ada baiknya Anda bensuktasi dengan dokter dulu. Tapi bagi anda yang ingin segera menurunkan berat badan agar tubuh tetap langsing Anda bisa mendapatkan tipsnya DISINI.

 

Sumber : wolipop.detik.com

Baca Juga : Diet Paleo Ala Manusia Purba yang Bisa Membuat Tubuh Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares