Kecanduan Smartphone Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik dan Mental

Kecanduan Smartphone Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik dan Mental

Kecanduan Smartphone Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik dan Mental. Kehadiran smartphone dalam kegiatan sehari-hari sudah seperti asisten pribadi. Betapa tidak, didalam smartphone itu tersimpa data-data penting selain nomer kontak. Serta kamu akan selalu mencari seandainya tidak memegangnya dalam beberapa saat saja.

Kecanduan Smartphone Bisa Mengganggu Kesehatan Fisik dan Mental

 

Keberadaan smartphone dalam satu sisi memang diperlukan seperti untuk komunikasi, untuk bekerja serta untuk mendapatkan informasi lainnya. Tetapi kalau kehadiran smartphone ini membuat kamu jadi kecanduaan, itu yang berbahaya baik secara fisik maupun mental.

Hasil penelitian yang dimuat dalam Fitness Magazine menyebutkan bahwa kecanduan smartphone berefek buruk bagi kesehatan fisik maupun mental kamu. Berikut ini uraian singkatnya :

 

Nomophobia

Kecanduan smartphone telah menjadi suatu kondisi yang nyata. Tidak bersentuhan dengan smartphone beberapa menit saja bisa menjadi fobia dan para ahli kesehatan menamainya dengan Nomophobia atau no mobile phone phobia.

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa 84% populasi penduduk dunia mengatakan bahwa mereka tidak bisa melewatkan satu hari pun tanpa telepon genggam. Dan penelitian ini juga menunjukkan bahwa hampir 2/3 remaja dan orang dewasa selalu memeriksa telepon mereka setiap 15 menit sekali. Jika tidak bisa berdekatan dengan telepon, mereka jadi cemas dan tentu saja merugikan kesehatan mental.

Solusi:
Fobia ini mampu merusak kesehatan mental secara diam-diam. Jalan keluarnya tentu saja kamu harus melatih diri untuk tidak sedikit-sedikit melihat telepon. Latih diri dengan tidak menyentuh telepon setiap 15 menit sekali. Kemudian tingkatkan menjadi 20 menit, 25 menit, lalu 30 menit. Seiring berjalannya waktu, kamu bisa membebaskan diri dari kecanduan tersebut.

Kontaminasi kuman

Adanya kuman di telepon bukanlah sebuah lelucon. Penelitian yang dilakukan di University of Arizona menemukan bahwa bakteri di dalam telepon jumlahnya 10 kali lipat lebih dari jumlah bakteri yang ada di dalam kamar mandi. Tidak heran, sebab telepon selalu kamu bawa kemana pun dan selalu kamu sentuh meski kamu tidak mencuci tangan sebelumnya. Dan yang lebih buruknya adalah kamu menempelkan telepon di wajah untuk bertelepon. Tidak heran, jerawat kecil mudah datang.

Solusi:
Selalu bersihkan telepon dengan tisu. Tidak lupa cucilah tangan sebelum kamu memegang telepon.

Gangguan berbahaya

Kecanduan menggunakan smartphone bisa menempatkanmu pada situasi yang berbahaya. Peneliti di Carnegie Mellon University menemukan bahwa seringnya berbicara di telepon bisa mengurangi aktivitas otak sebesar 37%. Penelitian lain di University of Washington menemukan bahwa mereka yang berjalan kaki sambil chatting atau SMS-an membutuhkan waktu 1,87 detik ekstra untuk menyebrang dan bahkan sering mengabaikan lampu merah. Tentu saja hal tersebut amatlah membahayakan.

Solusi:
Jangan menggunakan smartphone saat berjalan kaki ataupun menyeberang jalan. Mingir atau berhenti di tempat aman untuk menerima telpon atau membalas chatting.

Kualitas tidur yang buruk

Siapa di antara kamu yang sering melihat sosial media sebelum tidur? Sebagian besar mungkin akan menjawab iya. Paparan cahaya dari smartphone dapat menekan kemampuan otak untuk melepaskan melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur. Akibatnya, kamu jadi sulit untuk memejamkan mata di malam hari. Dan jika kamu tidak bisa memiliki kualitas tidur yang memadai, kamu bisa mengalami depresi, kenaikan berat badan, dan beberapa penyakit serius lainnya.

Solusi:
Begitu memasuki jam tidur, matikan smartphone. Ganti dengan kegiatan lainnya yang membuatmu lebih rileks yaitu membaca buku.

Bukan hanya kesehatan fisik dan mental saja yang terganggu karena kamu kecanduan smartphone. Bagi kamu yang sudah mempunyai pasangan, maka hubunganmu dengan pasangan juga akan terganggu akibat kecanduan smartphone.

Jadi bijaklah dalam menggunakan smartphone agar kesehatan tetap terjaga dan hubungan dengan pasangan tidak terganggu.

Dikutip dari Merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *