Kegemukan Bisa Menular ke Siapa Saja, Waspadalah

Kegemukan Bisa Menular ke Siapa Saja, Waspadalah. Selama ini kita sudah banyak yang mengetahui bahwa seseorang menderita suatu penyakit disebabkan karena tertular dengan orang lain yang sedang menderita peyakit. Hal baru menunjukkan fakta berbeda, bahwa kegemukan bisa menular.

https://id.wikipedia.org/wiki/Kegemukan

Dari hasil sebuah penelitian di University of Southern California mengungkap tingginya risiko obesitas pada seseorang yang tinggal di lingkungan dengan banyak kasus obesitas. Dalam dua tahun, obesitas juga menyerang para remaja yang semula tidak terlalu gemuk.

Tidak disebutkan lebih detail apa yang membuat para remaja ini ‘tertular’ kegemukan. Namun dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini alasan yang membuat lingkungan bisa ‘menularkan’ kegemukan.

Pola makan

“Sangat dipahami bahwa dalam literatur perilaku dan psikologi, mereka yang ada di sekitar kita berpengaruh pada perilaku, nilai, dan keyakinan,” kata Lona Sandon dari University of Texas Southwestern Medical Center at Dallas.

Menurut Lona, hal-hal yang menyangkut kesehatan dan pola makan termasuk di antaranya. Demikian juga dengan olahraga. Jika lingkungan tidak banyak menerapkan gaya hidup sehat, mudah sekali bagi seseorang untuk terbawa pengaruh negatif.

Godaan lingkungan

Masih terkait lingkungan, pengaruh buruk pada pola makan juga bisa datang dengan lebih agresif. Pada remaja khususnya, ajakan untuk makan-makan pasti lebih kencang. Ketika ada teman ulang tahun, sulit rasanya untuk menghindari makanan manis dan berlemak.

Lewat spora

Penularan yang sesungguhnya terjadi pada kasus kegemukan yang terkait infeksi Clostridium difficile. Dalam bentuk spora, kuman ini bisa ditularkan dan mempengaruhi sistem metabolisme. Ini terungkap dalam sebuah penelitian di Wellcome Trust Sanger Institute.

Partner makan yang salah

Para ilmuwan dari Cornell University mengungkap bahwa partner makan juga berpengaruh pada nafsu dan pola makan. Bersama seseorang yang kurang menjaga pola makan, seseorang cenderung lupa untuk membatasi diri dan terbawa oleh pengaruh negatif. Tentunya ini tidak berlaku bagi seseorang yang punya komitmen kuat untuk hidup sehat.

Sumber : detikHealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *