Keyakinan Akan Kemampuan Berbuah Kebahagiaan Pada Akhirnya

Keyakinan Akan Kemampuan Berbuah Kebahagiaan Pada Akhirnya. Berawal dari melihat pemandangan setiap hari mengajar di Global, beraneka macam merk mobil warna warni dengan berbagai macam ukuran. Ada yang city car, MPV atau SUV serta berbagai macam pula yang mengemudi. Tua, muda, cowok dan cewek.

Keyakinan Akan Kemampuan Berbuah Kebahagiaan Pada Akhirnya

Tetapi yang paling menarik perhatian saya adalah pengemudi cewek. Setiap kali saya melihat para wanita itu waktu mengemudi, hati ini  terasa bergemuruh ingin sekali rasanya saya bisa seperti mereka. Rasa itupun terpendam di dalam hati. Saya harus bisa, suatu saat nanti saya pasti bisa seperti mereka.

Sambil terus membathin saya pun diam-diam selalu berdoa dalam hati setiap sholat dan setiap kali melihat pengemudi wanita. Saya sangat yakin pasti bisa seperti mereka meskipun saat itu teman-teman bahkan suamipun meragukan kemampuan saya. Sampai tetangga bilang bahwa saya tidak akan bisa dikarenakan faktor usia. Saya simpan kata-kata itu sebagai motivasi.

Sindiran tetangga itu sebagai motor penggerak untuk mewujudkan cita-cita saya. Bahkan ada lagi yang berkata lebih ekstrim dia bilang akan pikir-pikir dulu kalau saya tawari tumpangan nanti. Tapi tidak mengapa, karena hal itu menandakan saya harus bisa membuktikan pada mereka bahwa saya bisa.

Semua itu saya jadikan motivasi terhebat dalam hidup ini, suami saya sendiri juga bilang kalau cara saya menyetir belum faham haluan. Akhirnya tibalah saat yang dinanti-nanti, suami memberi ijin bahwa saya diperbolehkan mengikuti kursus mobil. Betapa bahagianya saat itu, saya belajar dengan serius .

Waktu itu saya mengikuti kursus dengan mengambil paket mabil manual 10 hari. Saat mengikuti kursus ternyata ada kendala yang saya hadapi. Secara fisik, bagian tangan kiri saya tidak kuat karena polio sejak kecil. Instrukturnya bilang bahwa saya tidak akan bisa megemudikan mobil manual, saya disarankan mengikuti kursus mengemudi mobil matic.

Setelah selesai mengikuti kursus yang manual, sayapun mengambil kursus lagi yang matic selama 10 hari juga. Legah rasanya setelah aku merasakan 2 x program kursus mengemudi. Saya sangat berterimakasih kepada semua instruktur, karena merekalah saya jadi punya skill baru yang sangat bermanfaat

Kemudian tibalah saat yang dinanti, suami sedang  ada meeting 3 hari di Bogor. Lalu dengan pertimbangan dan efisiensi, akhirnya saya dan anak-anak mulai nekat bawa mobil sendiri tidak dianter suami selama 3 hari. Dari situlah akhirnya suami langsung percaya bahwa saya bisa.

Keyakinan yang kuat akan kemampuan diri sendiri tentu akan menambah peluang keberhasilan. Sehingga semua terasa indah dan menyenangkan pada akhirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares