Manfaat Bra dan Sejarahnya dalam Peringatan No Bra Day

Manfaat Bra dan Sejarahnya dalam Peringatan No Bra Day. Setiap tanggal 13 Oktober diperingati sebagai hari tanpa bra sedunia atau no bra day. Maksud dan tujuan tercetusnya acara peringatan ini adalah sebagai bentuk dukungan  atau untuk menggugah kesadaran kita akan bahaya kanker payudara atau Breast Cancer Awarness. Jadi no bra day bukanlah gerakan yang berbau porno aksi, tetapi lebih kepada meningkatkan rasa empati kepada para penderita kanker payudara. Juga himbauan akan bahayanya kanker payudara ini dengan gerakan no bra day.

Apa sebenarnya kanker payudara itu. Kanker payudara atau Breast Cancer Awarness merupakan suatu penyakit dimana sel-sel kanker menyerang jaringan payudara. Dan kanker ini bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Tetapi prosentase terserang lebih banyak pada wanita. Kalau tidak ditangani dengan segera penyakit ini bisa membahayakan penderitanya. Ancamannya adalah kematian, tergantung seberapa tinggi stadiumnya.

Berikut beberapa manfaat tidak memakai bra seperti di kutip dari Bustle (13 Okt 2017) :

  1. Payudara menjadi lebih kencang

Prof. Jean Denis Rouillon dar University of Francge-Comte mengatakan bahwa payuara akan lebih kuat dan kencang jika tanpa memakai bra, karena jaringan otot akan lebih banyak tumbuh untuk membuat payudara menjadi kencang secara alami.

  1. Nyaman sepanjang hari

Perasaan nyaman ini terjadi karena tidak adanya gangguan pada tulang rusuk akibat tidak adanya pengait bra dan juga bisa menurunkan sakit punggung karena memilih bra yang tidak tepat.

  1. Meningkatkan sirkulasi darah

Lancarnya sirkulasi darah disekitar dada dan akan membantu terbentuknya jaringan otot baru.

  1. Puting menjadi lebih besar

Dari penelitian Prof. Jean Denis Rouillon menyebutkan bahwa puting susu wanita yang tidak memakai bra akan terangkat sekitar 7 mm lebih tinggi dibanding wanita yang memakai bra.

Sejak kapan para wanita itu memakai bra, kutang atau BH. Pada abad ke 3 perempuan Romawi pada saat olah raga mereka memakai kain yang dibebatkan di dada. Dan itulah asal muasal terciptanya bra, kutang atau BH. Di Paris Perancis tahun 1889 seorang pengusaha yang.bernama Herminie Cardolle memperkenalkan desain bra modern. Tapi bentuknya seperti korset jaman sekarang.

Penyebutan bra itu sebenarnya dari kata Brassiere yang dimunculkan pertama kali oleh majalah Vogue pada tahun 1907. Sedangkan Indonesia istilah kutang diperkenalkan secara tidak sengaja oleh don Lopez seorang pejabat Belanda. Pada saat proyek pembagunan jalan raya Anyer – Panarukan dia melihat perempuan pekerja bertelanjang dada dan memberikan secarik kain untuk menutupnya.

Don Lopez mengatakan kepada pakerja perempuan itu :  “tutup bagian yang berharga ini (couant) diucapkan oleh don Lopez berkali-kali tetapi terdengar oleh telinga orang Indonesi terdengan seperti kutang.

Di beberapa negara penyebutan bra/BH juga berbeda-beda meskipun maksudnya sama. Seperti di Perancis penahan dada itu disebutkan soutien-gorge (penopang tenggorokan), di Spanyol disebut sebagai sujetar (menopang). Penopang dada ini di Jerman disebut bustehalter, di Swiss bysthallare, di Belanda bustehouder, dan di Rusia dalam bahasa Esperanto bra disebut mamzono yang artinya sabuk dada.

Demikian uraian singkat tentang manfaat dan sejarah singkat bra dalam rangka memperingati No Bra Day.

 

BACA JUGA : Masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi mie instan

One thought on “Manfaat Bra dan Sejarahnya dalam Peringatan No Bra Day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *