Masalah Gizi pada Remaja di Indonesia yang Harus Mendapat Perhatian

Masalah Gizi pada Remaja di Indonesia yang Harus Mendapat Perhatian

Masalah Gizi pada Remaja di Indonesia yang Harus Mendapat Perhatian. Masa remaja adalah masa yang paling indah, apalagi kalau menjalani masa remaja dalam kondisi kesehatan yang prima. Remaja adalah generasi penerus bangsa calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah pembangunan di masa yang akan datang.

 

Masalah Gizi pada Remaja di Indonesia yang Harus Mendapat Perhatian

 

Tetapi masalah gizi pada remaja di Indonesia yang harus mendapat perhatian kita sebagai orang tua. Hal yang sama juga disampaikan oleh dr. Pattiselano Robert Johan, MARS, Plt. Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dalam sebuah acara di Gedung Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan yang membahas mengenai kesehatan dan gizi remaja.

Hasil dari pemaparan materi tersebut terdapat empat masalah gizi pada remaja di Indonesia yang harus mendapat perhatian :

Anemia karena kekurangan zat besi

Anemia dikalangan remaja perempuan lebih tinggi dibanding remaja laki-laki. Padahal dari segi dampak, anemia bisa menimbulkan penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, kebugaran remaja dan produktivitas. Anemia yang dialami remaja putri berdampak lebih serius, mengingat mereka adalah calon ibu yang akan hamil dan melahirkan seorang bayi, sehingga memperbesar risiko kematian ibu melahirkan, bayi lahir prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR).

Kurang gizi kronis atau Stunting

Remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka memiliki masalah stunting. Stunting sendiri merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Gejala biasanya nampak pada usia dua tahun dan salah satu dampaknya adalah tinggi badan yang tidak sesuai dengan umur (pendek).

Stunting dapat menimbulkan dampak jangka pendek, diantaranya penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolisme tubuh yang akan menimbulkan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, jantung koroner, hipertensi dan obesitas.

Kurang Energi Kronis (KEK) atau Kurus

Remaja yang kurus bisa disebabkan karena kurang asupan zat gizi, baik karena alasan ekonomi maupun alasan psikososial contohnya penampilan. Kondisi ini meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi dan gangguan hormonal yang akan berdampak buruk pada kesehatan.

Sumber : detikHealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *