Mengkonsumsi Keju Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Mengkonsumsi Keju Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung. Dari hasil penelitian terungkap bahwa keju memiliki ragam manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi Keju Bisa Mengurangi Resiko Penyakit Jantung

Manfaat keju tersebut akan didapat jika mengkonsumsi keju dalam jangka panjang. Manfaat yang diperoleh antara lain dapat mengurangi resiko penyakit jantung dan juga stroke. Kandungan yang ada dalam sepotong keju adalah kalsium, protein dan probiotik.

Untuk mendapatkan manfaat positif dari keju pastikan mengkonsumsi keju mentah yang tidak dipasteurisasi dan tidak homogen. Menurut Niki Ostower, ahli gizi dari NAO Nutrition, ada beberapa manfaat positif kalau kita rutin mengkonsumsi keju :

Sebagai sumber protein
Keju biasanya mengandung 6-10 gram protein. Keju parmesan mengandung 10 gram protein per onsnya. Protein yang terkandung dalam keju bisa menjadikan keju sebagai makanan pengganti daging. Protein akan membantu mengatur gula darah, meningkatkan kesehatan otot dan tulang, memperkuat rambut, kulit dan kuku, mempertajam fungsi otak, meningkatkan energi dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi lain.

Kalsium dan vitamin
Kalsium sangat penting untuk kesehatan tulang. Satu porsi kecil keju cheddar mengandung sekitar 240mg kalsium. Bagi orang dewasa di atas 18 tahun membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium. Kebutuhan kalsium yang terpenuhi akan membantu mencegah penyakit gigi dan gusi. Sifat alkali yang terdapat dalam keju akan menyeimbangkan pH di mulut yang akan menciptakan perlindungan untuk rongga mulut. Menurut Ostower, mengkonsumsi keju terbukti mampu mengurangi alergi karena mengandung vitamin D, probiotik dan enzim.

Baik untuk pencernaan
Kandungan probiotik yang tinggi pada keju sangat bagus untuk pencernaan, selain itu juga baik untuk mengurangi rasa kembung bahkan memperbaiki kesehatan dan pH pada vagina. Yoghurt Yunani, keju yang difermentasi dan beberapa cheddars dan parmesan memilki probiotik yang mempengaruhi fungsi usus. Kandungan probiotik dalam keju mentah membantu menyerap nutrisi dan menyembuhkan peradangan pada usus sehingga memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Memperbaiki mood dan meningkatkan fungsi otak
Asam amino yang terkandung dalam keju biasanya disebut tirosin berfungsi menurunkan stres dan memicu respons dopamin. Mengkonsumsi tirosin dalam dosis tinggi mampu menurunkan tingkat depresi.

Mencegah penyakit hati
Keju parmesan, brie dan cheddar mengandung senyawa spermidine yang dapat mencegah fibrosis hati dan karsinoma hepatoselular (jenis kanker hati). Senyawa ini juga berfungsi memperlambat regenerasi sel kanker.

Mengurangi peradangan
Penelitian di Kore menemukan bahwa bakteri Propionibacterium freudenreichii probiotik (expialidociuous) yang ada dalam keju Swiss dapat membantu mengurangi peradangan di tubuh, mencegah kolitis akut dan menjaga kesehatan usus besar. Probiotik ini juga mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Sumber : CNN Indonesia

Baca Juga : Menerapkan Diet Ala Melanie Putria dengan Pola Gizi Seimbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *