Pendidikan Seks Sejak Dini kepada Anak Bukanlah Hal yang Tabu

Pendidikan Seks Sejak Dini kepada Anak Bukanlah Hal yang Tabu
Foto Malang Times

Pendidikan Seks Sejak Dini kepada Anak Bukanlah Hal yang Tabu. Memberikan pendidikan seks sejak dini kepada anak terkadang membuat para orang tua agak sedikit risau dan khawatir. Kerisauan dan kekhawatiran para orang tua sebenarnya hal yang wajar. Karena dengan lebih tahu sejak dini dikhawatirkan anak akan jadi lebih penasaran pada aktivitas seksual.

Menurut seorang psikolog Mellissa Grace, M.Psi bahwa sex education bukan mengajarkan anak untuk tahu aktivitas seksual, tetapi mengajarkan anak untuk lebih aware, lebih sadar akan anggota tubuhnya.’ Harapannya adalah anak sudah tahu akan fungsi dan manfaat anggota tubuhnya yang vital tersebut.

Informasi yang diberikan dalam pendidikan seks, adalah tentang kesehatan reproduksi pada anak. Hal ini dimaksudkan agar anak lebih mengenal dan memahami bagian-bagian tubuhnya, termasuk organ vitalnya atau organ seksualnya.

Melalui pendidikan seks kita juga bisa memberikan pemahaman pada anak tentang perilaku yang boleh atau tidak boleh dilakukan, maupun yang tepat atau tidak tepat, sambung Mellissa. “Misalnya cium boleh nggak? Boleh sih tapi sama siapa aja, di mana aja, kayak gimana aja,” tambah Mellissa.

Kalau anak sudah mendapatkan pendidikan seks yang tepat sejak dini, maka anak akan tahu berbagai macam konsekuensi kalau mengakses konten pornografi ataupun melakukan seks bebas. Pendidikan seks ini merupakan wujud ikhtiar orang tua untuk mencegah anak dari aktivitas terkait seksualitas yang tidak bertanggung jawab.

Pendidikan seks ini juga dibarengi dengan komunikasi dan peningkatan kedekatan emosional antara orang tua dan anak. “Jadi anak merasa bisa ngomongin apa saja. Termasuk hal yang dianggap tabu oleh orang tuanya, supaya anak terpenuhi rasa ingin tahunya, tanpa anak takut diomeli sama orang tuanya,” lanjut Mellissa.

Apalagi sekarang anak-anak lahir dan besar di era di mana internet dan teknologi berkembang begitu cepat. Teknologi memang memudahkan manusia mendapatkan berbagai macam informasi dan memudahkan hidupnya. Namun ini juga membuat anak-anak lebih mudah terpapar konten yang tidak diinginkan, misalnya pornografi.

“Rasanya nggak mungkin banget kalau harus mengisiolasi anak dari kemajuan teknologi dan internet yang begitu pesat. Itu kenapa pentingnya pengawasan dan pendampingan orang tua pada segala aktivitas anak, terutama yang berusia di bawah 12 tahun,” sambung Mellissa.

Dengan pendampingan dari orang tua, maka orang tua bisa melindungi anaknya dari paparan negatif perkembangan teknologi. Selain itu orang tua juga akan tahu anaknya buka pesan apa saja, kirim pesan ke mana saja, dan ke siapa saja.

 

haibunda.com

Baca Juga : Buah-buahan Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol Tubuh Secara Alami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *