Penyebab Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis) dan Cara Mengatasinya

Penyebab Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis) dan Cara Mengatasinya

Penyebab Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis) dan Cara Mengatasinya. Anda sedang tidur tapi merasa setengah sadar dan badan seperti tidak bisa digerakkan. Jangan bingung, itulah yang dinamakan ketindihan. Ada pula yang menyebutkan ‘rep-repan’. Bahasa ilmiahnya adalah sleep paralysis.

 

Penyebab Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis) dan Cara Mengatasinya

Penyebab Ketindihan Saat Tidur (Sleep Paralysis) dan Cara Mengatasinya

Kondisi sleep paralysis ini terjadi pada saat bagian otak terjaga, tetapi bagian tubuh lainnya masih tertidur. Sehingga, pada saat kamu mencoba untuk bergerak badan terasa seperti kaku atau ‘freeze’ untuk beberapa detik bahkan bisa beberapa menit. Terjadinya sleep paralysis ini dipicu antara lain karena kurangnya waktu tidur.

Terjadinya kelumpuhan tidur ini menimbulkan rasa takut yang tertahan setelah bangun tidur atau saat tidur. Seolah kamu tidak bisa bergerak bahkan berkat-kata, dimana kejadian ini biasanya dibarengi dengan adanya perasaan bahwa ada seseorang atau sesuatu yang sedang menindih tubuh kita.

Sebenarnya, terjadinya kelumpuhan tidur ini adalah peristiwa biologis yang tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi efek setelah terbangun itulah yang biasanya membuat seseorang merasa takut dan tidak berani untuk tidur lagi. Dikutip dari laman detikHealth, terdapat beberapa cara untuk mengatasi ketindihan atau sleep paralysis :

Jangan dilawan

Mengendalikan rasa takut memang tidak mudah, tapi ini salah satu cara untuk terbangun dari sleep paralysis. Semakin rasa takut menguasai pikiranmu, semakin berat pula tekanan yang dirasa. Saat kamu merasa ditekan dan tidak bisa bergerak, jangan melawan balik. Ini sebenarnya akan meningkatkan perasaan tertekan pada dirimu. Melawan balik juga akan meningkatkan rasa takut, sehingga memicu pusat emosional dan memperkuat mimpi buruk.

Hadapi dengan rasa tenang

Sebaiknya cobalah untuk rileks alias tenang ketika sleep paralysis mulai menyerang. Tanamkan pikiran dalam diri kamu, “ini hanyalah sleep paralysis dan aku akan baik-baik saja”. Kalau kamu sudah bisa menyikapi sleep paralysis dengan tenang maka kamu dapat segera terbangun dari mimpi burukmu.

Goyangkan kaki

Cara lain yang memiliki peluang untuk cepat bangun adalah, mencoba menggerakan jari kaki. Sebagian besar perasaan kelumpuhan berada di perut, dada dan tenggorokan. Jadi fokuskan semua perhatian pada jari kaki dan cobalah untuk menggerakkannya. Dalam banyak kasus, ini akan ‘mematahkan’ kelumpuhan. Jika kamu berhasil menggerakkan kakimu, maka organ lain pun akan terangsang untuk bangun.

Fokus pada pernapasan

Untuk menghentikan mimpi buruk, kamu harus mampu mengontrol pernapasan. Hal ini dapat mengurangi nyeri pada dada yang terjadi saat sleep paralysis. Napas dapat dikendalikan dengan perhatian atau dipengaruhi oleh ketakutan yang parah, sehingga orang yang mengalaminya lupa untuk bernapas ketika sleep paralysis menyerang. Sederhananya, ketika kamu bisa mengendalikan napas, maka kamu bisa mengendalikan rasa takut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *