Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Wanita Karir

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Wanita Karir. Pukul 03.30 bel berbunyi, itu menandakan bahwa saya harus segera bangun biar tidak terlambat sampai di sekolah. Aku mulai membuka mataku perlahan dan beranjak dari tempat tidur untuk mematikan bunyi alarm.

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Wanita Karir

Setelah itu otakku mulai berputar mana yang harus  saya kerjakan terlebih dahulu. Otak ini memerintahkan badan untuk menuju ke mesin cuci yang sudah menanti, dimana terdapat setumpukan baju kotor yang harus di cuci. Mulailah saya memilah dan memilih dengan sigap, mana yang bisa di cuci menggunakan mesin dan mana yang tidak.

Seiring berputarnya mesin cuciku, saya menatap penggorengan yang masih tergantung didinding, seakan dia tahu apa yang saya tugaskan padanya. Lalu dengan sigap saya mengambil alat memasak tersebut beserta minyak goreng untuk menggoreng ayam kesukaan kedua anak saya Zelin Dan Aurel.

Saya sendiri heran diantara lauk tahu, tempe, ikan, telur dan ayam, anakku lebih suka ayam. Akhirnya saya memutar otak biar kedua anak saya habis makannya dengan lauk ayam. Saya berusaha mencari berbagai macam menu dengan bahan dasar ayam, kadang ayam goreng, ayam kecap suwir, ayam saos mentega dan ayam tepung.

Pagi ini saya menggoreng lele dan ayam suwir kecap serta cah sawi sebagai menu sarapan pagi dan makan siang. Tidak ketinggalan saya juga membuat sambal goreng tempe,tapi tiba tiba saja saya teringat sama Zelin yg gendut dan lucu. “Mama…. Ada jeli…mama sudah janji lhoh semalam, kata dia”. Langsung saya melihat jam dinding, yang menunjukkan pukul 05.30 dan menurut hitungan cukuplah 5 menit membuat jeli biar tidak bad mood berangkat sekolah.

Akhirnya bim salabim abra kadabra selesailah jeli yang di minta anak saya tapi masih dalam bentuk cair. Tetapi saya tidak kehabisan akal, akhirnya tetap saya bawa dengan cetakannya masuk dalam mobil. Saya perkirakan sampai sekolah sudah beku dan bisa dipindahkan ke kotak snack.

Saya hampir tidak percaya dalam sekejap meja makan sudah penuh seperti warteg. Setelah siap semuanya, saya mandi dan setelah itu berpakaian seragam sama seperti anak sekolah untuk mengajar. Jarak dari rumah ke sekolah tempat saya mengajar kurang lebih 15 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit.

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Wanita Karir

Sesampainya di sekolah saya sudah disambut oleh malaikat kecil siswa-siswi murid saya yang sudah berada di kelas dan langsung mencium tangan gurunya yang cantik ini hehehe. Lelah dirumah serasa hilang melihat kelucuan dan keluguhan mereka. Saya seperti mendapat vitamin untuk mengembalikan rasa lelah menjadi fresh lagi.

Dari pukul 07.00 sd 16.00 saya bermain, mengajar dan belajar dengan mereka. Saya sangat bahagia dan tidak berasa capek sama sekali. Di SD tempat saya mengajar ini merasa seperti teman dan ibu mereka, jadi kita sama-sama enjoy menjalaninya.

Ada yang serious, humoris, pemarah, jahil, baik, semuanya itu menambah ilmu saya agar terus bisa mencari solusi dari setiap permasalahan yang  saya hadapi. Ada pelajaran penting yang bisa dipetik dan dipelajari dari setiap peristiwa.

Pukul 16.00 sore saya dan anak-anak pulang ke rumah. Biasanya sesampainya di rumah saya langsung masak untuk makan malam. Kemudian saya mandi dan menemani anak-anak belajar. Setelah selesai, baru kita semua tidur malam.

Dari rutinitas ini saya ingin berbagi ke teman-teman, bahwa menjadi seorang ibu itu harus cekatan dalam bekerja. Baik di rumah maupun diluar rumah, serta harus bertanggung jawab terhadap peran di keluarga dan di luar sebagai wanita karir serta harus bisa mengatur waktu dengan baik untuk itu ibu harus selalu kuat dan sehat. Karena ibu punya banyak peran dalam keluarga.

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *